Showing posts with label past life. Show all posts
Showing posts with label past life. Show all posts

Saturday, January 28, 2012

Dream

Another dream,
but this one during the day.
You were there.
You waited for me, but I walked away.
You were going to another direction, so I didn't want to get in your way.

After that, I was caught in a storm.
Wet, soaked, and sad.
Cold, I went to a place to dry myself.
Found a towel and warm myself.
A stranger saw me and picked me up.
Without hesitation, he picked me up.
Took care of me.

Who would save me? It wasn't you.
It was a stranger. Who would pick me up?
It wasn't you. As always, you would just stare and leave me.
Thinking I'm strong enough, brave enough without you.

I'm not the same person as I used to be.
I'm not longing for you. I don't need to be saved.
I am cold, but I'm okay with that.

In my pain, I'm free....

Saturday, October 29, 2011

All is well...

pic by Wallcoo.net
Saya menjalani dunia yang berbeda di tiap harinya.
Terdengar aneh?
Ada kalanya saya bisa melihat hal-hal yang belum terjadi. Entah ilusi, entah prediksi, entah otak kreatif yang bekerja terlalu iseng. Tak tahu.

Seperti dulu pernah meracau tentang bom Kuningan yang ke-2 pada suatu tahun, lalu terjadi.
Seperti dulu melihat sebuah kerajaan dihisap langit, lalu dinasti Soeharto runtuh.
Tidak merasa itu sebuah kelebihan, hanya merasa bahwa itu memang sesuatu yang wajar.
Hanya peringatan untuk diri sendiri, atau mereka yang ingin peduli.

2 hari yang lalu beberapa hal aneh terjadi.
Mendadak terlintas seorang teman. Merasa sangat dekat padanya, padahal biasa saja dalam kehidupan nyata.
Seperti frekuensi kami disambungkan.
Saya hubungi dia. Dia memang sedang menyerap energi di tempat yang sangat bagus bagi dirinya.
Ibarat Pohon Kehidupan yang merupakan sumbernya, dia pulang ke rumah.
Saya menyampaikan pesan yang dititipkan untuk dia.

Lalu setelah itu terlintas beberapa hal di depan saya, padahal siang itu saya sedang meeting.
Sekelompok orang. Bersama. Bergabung. Berjuang. Tak gampang, namun terasa sangat familiar.
Terasa seperti sebuah keluarga. Seakan saya dikembalikan lagi ke masa lampau, seperti yang dulu pernah saya alami. De ja vu. Merasa sangat terharu. Merasa menemukan suatu hal berharga yang telah lama hilang.

Saya tau apa yang akan terjadi. Saya merasa tau apa yang akan terjadi. Dan saya tersenyum.
Beberapa bertanya: "Apakah yang akan terjadi itu buruk atau baik".
Saya tidak bisa menjawab, awalnya. Saya tau tidak perlu semua orang tau.

Lalu sore tadi habis menjemput seseorang yang dekat dengan saya, saya mendapat pertanyaan yang sama lagi dari seorang bassist band terkenal: "Apakah yang akan terjadi itu baik atau buruk?".

Lalu ada yang menjawab di dalam saya:
"Semua yang terjadi tentulah baik. Karena itu adalah rencana yang Dia buat. Karena Dia-lah penulis skenarionya. Dia tau apa yang terbaik. Namun karena kamu, mereka, tidak tahu apa yang Dia tahu, kamu tidak mengerti bahwa yang kamu kira baik itu ternyata buruk, dan yang kamu kira buruk itu ternyata baik.

Apapun yang terjadi, terasa maniskah untukmu, terasa pahitkah untukmu, terasa kejamkah untuk kau lihat, terasa tak adilkah bagi dunia, itu sudah merupakan keputusan-Nya. Dan itu adalah yang terbaik. Alam tau apa yang terbaik baginya. Semua adalah kreasi Semesta. Termasuk manusia yang merusak. Termasuk alam yang seakan murka. Termasuk hal-hal yang tak bisa kita terima dengan akal dan rasa".

All is well...
Berbahagialah. Damailah. Karena apapun yang terjadi, itu adalah yang terbaik. Itu adalah yang Dia inginkan, karena Dia tau itu adalah yang terbaik.

Bersyukur. Lebih membuka mata. Lebih merendahkan ego. Lebih sabar. Lebih berprasangka baik pada Tuhan. Lebih mencintai dirimu sendiri. Maka kamu akan baik-baik saja. Kamu selalu baik-baik saja.
All is well...
All is well...
All is well...


Sunday, January 03, 2010

[another] love letter

Hi dear...
Do you remember you once said that you would stop the time
so you can always hug me
and you would sleep on my lap
feeling all peaceful and glad?
No more expectations from the world...
No more chasing, no more running...

We would hold silence in our palms
and not say a thing
We're just so happy to be together,
hell with the world :)

We never understood, at that very moment
you DID stopped the time...
I hold it dearly in my heart
You carry it deeply in your soul
None of us realize it...
None of us think it matters

You see, we live in a world of balance
For every action, there will be equal reaction.
It is fair.
It is balanced
It is the law.

What we say bound us.
We are fully responsible of our words and behaviour.

All those love, came from heart...
All those care, truth from the start...

So... now you're in that body
and I'm in this body.
I believe things happen for a reason.
I might have hurt you in the past,
that was my part.

You had never tried to make it right
that was your part.

In this bodiless experience we're having
I need not to say I love you the same.
And I need not to know your affirmation.

Remember, for every action there will be an equal reaction.
So in times, I'm calling your soul to come meet your loved ones
In times, you called me for help and I as you know
I have and will always always be there.

We have each other no matter what...
Again, through time and decades
we blast the meaning of time
blast from the past
You will always have my support
my love
my understanding
my forgiveness
my approval
my everything

when two souls become one
it is not a matter of physical collaboration,
it's a matter of material blending in the universe.

Take a rest, dear...
You need that..

Mimpi Semalam

tadi pagi sih, tepatnya..
soalnya pas kebangun dengan ajaibnya gue up date status di FB, pas gue liat jam 2.30 am gitu.
Dasar gila! Bangun tidur langsung up date FB, berbahayyyya! ;p

Anyway, mimpi semalam sungguh aneh.
Sebab terasa seperti bukan mimpi... Tapi aku gak pengen hal itu jadi kenyataan huhuhu :(

Well, ceritanya di mimpi itu, pasanganku (di mimpi) melakukan hal yang tak termaafkan yang bikin aku harus ninggalin dia.
Then gue memutuskan untuk menyembuhkan hati yang luka (ciee..) dengan berlindung pada seorang cowok yg udah gue kenal lamaaaa banget.
Standar gue zaman dulu banget sih, bounce back sama mantan atau gebetan ;p
Tapi oran gini beda... Orang yang gue sayang meski udah lama gak ketemu dan gak berhubungan.
Dia udah punya anak.

Di mimpi, hubungan gue dan dia biasa-biasa aja.
Kami gak banyak ngobrol, lebih banyak diam, lebih banyak bicara dalam pikiran masing-masing.
Hanya kadang tangan saling memegang erat.
Tugas gue cuma 1, jadi yg terbaik dalam hidup dia, dan itu termasuk ngasih semua yang dibutuhin anaknya (anak2 gue gak ada dalam mimpi itu! huhuhu :( )

Intinya, my relationship with him is purely based on deep feeling, nggak ada sayang2an fisik. Yang bikin gue sedih dan akhirnya terbangun adalah sebuah surat yang dia tinggalkan di kasur.

Saat itu gue ngerasa sangat gamang.. Yang gue rasakan hanyalah sedih dan bimbang. Dengan perubahan dalam hidup yang begitu cepat.
Well isi surat itu masih gue inget,

"At first, long time ago, we were together because you're so beautiful.
But now, we're together because we are meant to be together.
(as if it's written all along, and we just have to follow the path)
I'm so glad that it's you..."

Surat itu ada di kaki ranjang,
dan dia, seperti biasa, menghilang...

Dengan orang ini, gue harus selalu di posisi sebagai orang yang berusaha mengerti dan sabar. Menerima dia apa adanya. Mencintai dia dengan seutuhnya.
Duh... surat yang membuat sedih. Surat dari alam mimpi, yang sebenarnya bukan mimpi
;(