Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Thursday, September 20, 2012

Best Things in Life are Free

Membuka-buka kembali folder picture yang ada di BB saya membuat saya tersenyum :)
Ada foto anak-anak dan suami yang dengan cepatnya bisa menghilangkan rasa capek akibat kerja seharian. Macet pun jadi tidak terasa terlalu menyesakkan karena bisa melihat wajah orang-orang tercinta.

Lalu saya terpaku pada satu foto.
Saya buka foto itu, dan terlihat gambar kertas dengan tulisan Emily yang sekarang berumur 7 tahun.
Emily, kami biasa memanggilnya Em-em, menulis surat untuk saya dengan tulisannya yang memang belum rapi.

Teringat waktu itu, setahun yang lalu, saya buru-buru ke kantor, tidak sempat memeluk Em-em, Didan (5 tahun), Tian (3 tahun) dan suami saya. 
Banyak sekali pikiran berlari-lari di kepala saya. Terlalu banyak pekerjaan menumpuk yang harus saya selesaikan. 
Saya duduk di kursi kerja saya. Membuka notebook dan bersiap bekerja.
Seperti biasa, BB saya keluarkan dari dalam tas.
Dan terlihatlah surat itu.
Sobekan dari buku tulis dengan tulisan Em-em yang acak kadut.
Apa tulisannya?

"Terima kasih mama sejak Emily kecil mama sudah membesarkan Emily. I love you."

Dan leher saya tercekat. Saya baca berulang-ulang tulisannya.
Ada gambar saya di sana. Dia senang menggambar saya memakai mahkota, seakan saya permaisuri.

Nak, mama tidak sempat memelukmu pagi ini. Mama juga tidak bercerita padamu malam tadi.
Waktu mama pulang kamu sudah tidur.
Pasti sebelum mama berangkat kerja kamu memasukkan surat ini ke dalam tas mama.
Kamu membayangkan mama akan terkejut saat melihat kejutan darimu ini.
Dan kamu berhasil, Sayang...

Jadilah pagi itu saya menangis di meja kerja saya.
Air mata turun perlahan.
Sebagai ibu saya memiliki banyak sekali kekurangan. 
Namun anak saya yang masih kecil ini, mau menerima kekurangan saya dan mencintai saya.
Karena saya adalah ibunya.

Terbayang proses melahirkan Emily yang memakan waktu 24 jam.
Sangat menyiksa dan sakit sekali. Sampai beberapa kali saat itu saya berpikir kematian pasti akan jauh lebih baik daripada mengalami sakitnya.
Bayangkan kontraksi tiap 3 detik dan saya tidak sempat mengambil napas untuk mempersiapkan mental menghadapi rasa sakit itu.
Dan saya tidak diberi obat penahan rasa sakit karena dokter yang menolong saya sangat mendukung persalinan alami.

Emily, mama sayang kamu, Nak.
Terima kasih sudah memberikan kejutan paling indah dalam hidup mama.
Mama minta maaf belum bisa menjadi mama terbaik untukmu dan adik-adikmu.
Tapi ketahuilah, pada banyak kesempatan mama merasa letih sekali dengan hidup yang penuh perjuangan ini, dan kalianlah yang muncul di depan mama dan membuat mama kuat.

Terima kasih, Emily, sudah memilih untuk dilahirkan ke dunia melalui mamamu ini.
Doa mama dan cinta mama selalu untukmu dan adik-adik.

Setahun berlalu, dan saya masih menangis saat mengetik tulisan ini.
God, thank you for reminding me about love.
You've given me the best gift ever, a family.

I don't know what have I done to deserve this, but I'm truly grateful.

A struggling mom,
Azza






Saturday, October 29, 2011

I Know It's Hard, but Hold On...

You wake up every morning just to drag yourself to bathe.
You know you want to rest, but the street is going unrest.

You saw your children, they're wishing you'd stay and play, but you know you ought to be tough...
Scratching this earth for money, for those who have not will surely lost in the journey, and you don't want your family to be like that

I know it's hard, but hold on, nobody is saying that you're not trying.
Be bold, be strong, be a super hero for everyone.
Deep inside you thought you're not giving enough, but you are, oh you are...

If you ever thought that you meant nothing then you're wrong.
There is always someone who would love you and accept you no matter how broken you are...

I know life is not easy,
But never think to give up.

Take a deep breath and smile, look up to the sky and remember;
Someone up there love you very very much,
And that you are meant to be understood and appreciated. Not just taken for granted...

To all mothers, fathers, workers, and struggling souls out there... May the Lord gives you courage to always have fun when you can't even see the joke :)




wrote this in my FB Note on Sunday, June 21, 2009 at 11:08pm

Saturday, September 10, 2011

Word Human

*getty*
Kata orang, sebaiknya kita menikah sebelum usia 30 tahun.
Kata orang, sebaiknya punya anak juga sebelum lewat 30 tahun.
Kata orang, jadi janda itu hal yang memalukan.
Kata orang, punya anak di luar nikah adalah hal yang sangat hina.
Kata orang, hanya orang yang beragama sama dengan mereka saja yang masuk surga.

Hidup kita diintimidasi dengan kata orang :)
Dan saya capek berpura-pura saya tidak capek mendengar.
Mendengar apa? Kata orang. Word human. Hahaha...

Kenapa orang senang sekali mengintimidasi orang lain untuk menikah cepat ya?
Anda pikir menikah itu nikmat? Seksnya? Uhmmm... tanyalah pada mereka yang sudah menikah lebih dari 5 tahun. Bahkan ada yang baru menikah 6 bulan pun sudah bosan :)) Beberapa teman saya bercerita kalau sering sekali mereka berdoa pasangannya cepat "puas" agar dia bisa segera tidur karena badannya sangat letih setelah bekerja seharian.

Setiap hari bertemu orang tercinta, apa rasanya? Dalam hati saya yakin banyak yang membaca akan menjawab "Too much juga sih sebenernya...". Yang membuat kita merasa sedikit berbahagia kalau dia pergi ke luar kota karena kita ada kesempatan merindukannya, dan begitu juga sebaliknya.


I will brutally tell you this: love is overrated. 
In marriage, love won't last long. At the end, it will be about companionship, responsibility, agreement, cooperation, friendship, and everything else. Sex is not even in my top 10 list :))

You might not believe it, you might think I'm a cynic, but that's the truth. My truth.
You will realise that it's true: Nobody is perfect. Then you will regret your marriage because you're disappointed with him/her. Then you think you can find somebody better. Then you get divorced. Then you find somebody new. Then you get married again. And divorced again, maybe. Because it turns out, there's no perfect person for you. Because you are changing. And he is changing too. And your needs, your demands, are changing too. So you might love him now, but hate him a year from now.
And it's nobody's fault.
Seriously.

And if you're wise enough, smart enough, willing enough to fight your ego, you will come to this:
Acceptance. Not accepting that you're miserable hahaha, but accepting that he will never be the person that you want him to be, because he is another human being, not you. Not wanting to follow your ego whenever you demand him to bend. He has his own story. You have your own story. Don't push and mix it. Hold his hand, don't put leash on his soul.

Appreciate him for the way he is. And he will do the same.
Love is overrated. It doesn't last long.
You will learn to nurture "unconditional love" by accepting him, caring for him, loving him even when it seems impossible to do that. And I tell you, it's a vicious war.
Marriage is dangerous for you if you're not ready to jump in and accept some bruises.
They say oath with words "in sickness and health", well, accept lots of his sickness, sista! :)) As he will do the same for you.

So... Don't get married, just because you're 30, 40, 50, or 60.
Be happy by being yourself, not by finding Mr. Right.
Ignore those who kept asking "Kapan nikah?" by saying "Yang penting tuh, kapan masuk surga... Amiiin. Nikah saya sih nggak usah capek-capek kamu pikirin. Kasian kamunya..." Hahaha...

Learn to ignore "word human" or kata orang.
They don't care about you. Not really. They just can't control their mouths.

I've been married for 7 years, and I'm occassionally happy about it :))
But in times, I read in my FB how my fellow moms/wives missing their single-lady moments.
How they want to hang out with friends without being intimidated by their husbands, how they want to spend money on shoes & bags, not have to worrying about paying schools and stuff.
How they have the "right" to be "selfish". They miss that. And yes, I miss that too.

I'm very grateful with what I have now, but some of my friends are actually divorced to pursue their own version of happiness.

Being single is not bad. Being married is also not bad. It's all about preference.
And usually, you don't know what you got until it's gone :)
Live life to the fullest, chicas!

Thursday, July 14, 2011

Sekonyol-konyolnya Azza

Hari ini kayaknya hari paling sial buat untuk sulung gue, Em-em, almost 6 y.o., yang baru hari pertama masuk SD.
Siapa yang tahu bahwa menjelang hari awal dia masuk SD, mamanya lagi sibuk banget dengan campaign digital sebuah produk snack baru. Akibatnya? Harus lembur ngerjain macem-macem sampe subuh. Yup, subuh! Gue baru tidur jam 3.40-an lah. Dan harus bangun jam 5 untuk nyiapin keperluan Em sekolah. 

Pas bangun, gue udah ngerasa ada yang salah. Karena tiap kata yang keluar dari mulut gue kok kayaknya salah ya? wkwkwk... Or at least ada delay sekitar 5 detik sebelum sebuah kata bisa keluar. Dan teteup salah! =)) Mirip-mirip si Bobby lah, dia animator gue dulu waktu di lilocity.com. Kalo kita nge-joke, dia baru bakal ketawa 15 menit setelah kita semua ngakak. Tentunya kami akan dengan senang hati mem-bully cowok manis nan lemot yang biasa gue panggil Jawa itu ;) (adek2, makanya kalian jangan suka ngisep ganja ya? Apalagi tiap hari & dalam porsi banyak. Ntar jadi lemottt!)

Ok. Sampe sekolah Em-em, meski muka nyureng, matahari ada 12, udara bau MSG (di sekolah anak gue masak kantinnya jualan indomie!), gue merasa sangat seneng. Apalagi Em sumringah dengan baju pramukanya yang kedodoran.

Masa Orientasi Sekolah. Ada pertunjukan yang tentunya dibuka dengan BUANYAAAAK sekali kata sambutan yang luamaaaa sekali. Gue sudah menyiapkan mental, karena gue kurang suka dengan birokrasi remeh temeh menyeh yang buang-buang waktu. 

Pak Kepala Sekolah naik ke atas panggung. Ngetok-ngetok mic. Gue duduk tegak, pasang tampang jaim. Bangga banget gue karena gue gak salah kostum seperti biasa di acara2 sekolah. waktu dulu ngambil raport Em TK, gue pake sweater tengkorak. Sebelumnya rapat orang tua murid, gue pake jaket kulit, stoking sama dress ungu mengkilat di antara para ibu yang berjilbab. Pernah juga gue lupa pake baju ala feshiong yang bolong kecil di punggung bagian belakang, tapi akhirnya mempertontonkan tato naga kembar gue. So it's a big deal kali ini gue bisa tampil "normal" layaknya moms hahaha...

OK. Ngetok-ngetok mic, dan dia membuka sambutannya. "Bismillaahirrahmaanirrahiiim...". Yang sigap sekali gue jawab lantang, "WA'ALAIKUM SALAAAM WAROHMATULLOOHIWABAROKATUUUH".
*hening*. Eh, kok sepi?? Eh, emang gue salah ya??

-------------------lalet lewat-----------------

Banyak kepala tertuju ke gue. Gue sangat yakin ibu berjilbab di sebelah gue langsung ngecap gue atheis saat itu juga. Bwahahaha... meski malu, gue masih bisa nyengir-nyengir sendiri. Pengen cabut, gak enak,   secara duduk paling depan.

Ya udah deh, abis dari itu mulailah rangkaian pidato demi pidato. Di total mungkin ada 5 orang yang pidato. Pas pidato yang ke-4, gue udah mulai gak bisa duduk tegak. Ngantuk! Gue nunduk deh, lagian silau. Nunduk... Nunduk... Ngantuk... *GDUBRAK*... tau-tau gue nyusruk dari kursi :((
HUAAA... Em! Maafin mama ya, Nak? Em! Kamu boleh adopsi ibu baru deh!
Gue kegusruk tapi gak sampe nyium lantai sih. Cuma ketahuan banget gue tadi ketiduran bentar.

Jaim lagi. Duduk lagi. Pasang tampang serius. Pelototin mata yang udah amat irit ini supaya gak ngantuk. Melotot. Serius. Gak boleh malu-maluin Em-em! Harga diri anak gue nih! Trus lama-lama mulut gue kok pegel ya?? Kok ibu sebelah gue ngeliatin gue dengan muka ajaib ya?
Saat bener-bener "sadar", gue baru ngeh kalo saking seriusnya gue sampe calangap alias mangap guedeee banget. Huaaa.... *beli tiket ke Timbuktu, tetanggaan sama Donald Bebek!*

Alhamdulillaah acara sambutan udah kelar. Tinggal nari-nari aja, pertunjukan karate aja, fashion show aja. Ada 1 model yang anak SD yang lucu & ndut banget, namanya Nadia. Dia imut banget :) Pas mau turun panggung dia dadah dadah ke penonton. Gue dadahin Nadia paling semangat sampai gue sadar nggak ada yang melakukan hal yang sama :| Ini ibu-ibu nggak pernah nonton konser ya? 2 tangan ke atas sambil goyang-goyang? No?

Ya begitulah cerita gue hari ini. Begitu sampe rumah, gue nerusin kerja bentar, trus maksain tidur 2 jam biar gak melanjutkan kekonyolan hari ini... Ternyata kurang tidur berefek ajaib buat gue; mungkin besok-besok kalo Em-em nakal gue akan ngancem dia "Em, kalau kamu masih nakal, Mama malem ini nggak tidur lho biar besok kamu malu pas Mama nganter ke sekolah!" Ihihihihiiy...


abis tidur kayaknya cerdasan. iya kan?? iya kan??


Monday, May 23, 2011

the moon, the stars, and the whole universe

Dear Mom & Dad,

it is said that parents love their children much more than children love their parents.
I don't know whether it's true or not,
but now, my heart is aching, and my tears are about to fall; just thinking about both of you.

You are so old, now. All wrinkles on your faces. Dad, you're 77 yo? Mom, you're just 7 years younger than Dad.
Do I make you proud? Can I make you smile with all my "achievements?"
Is there anything else I can do to make your life easier? Happier?

Do you want me to give you my heart to prove to you that I love you?
I don't know how much your love is for me, but I think I would explode if I love you guys more :,)
This heart of mine, just can't take it :)

I love you both so much. I might not have the courage to say it in front of you, but I hope you'd get it.

Kiss :*
Your youngest kid, most naughtiest 1, u said.

Monday, May 16, 2011

Because I Love You Too Much


Dear Children,

I know I'm not a perfect mother, but I'm a perfect person for you.

Why?

Because you have not only my blood, but also my heart and soul.

When you're sad, my heart is breaking. When you're sick, I wish I could take away all your pain. When you're disappointed, I want to turn the whole world up side down just to make you feel better.

You are my sons & daughter, and my greatest legacy would be you.
Not my writings, not my career, not my money. You.

Because I love you too much,
you might not understand why I'm being so hard on you.
Why I kept yelling at you? Because I want you to realize that you did make mistakes.
Why I kept pushing you? Because I believe in you so much.
Why I kept punishing you? Because I want you to be the very best of you.

Dear Children,
I don't want you to be rich, famous, or other ambitious hopes.
I want you to be happy, healthy, and useful to others. As long as you're not a burden to society, as long as you're a good person, I'm happy.

It's up to you to color your life. But right now, I'm preparing the best colors for you to use.
Which one will you choose, it's up to you.

Because I love you too much, I might hurt you a lot.
Frankly, I'm not sorry. It's a tough world out there, and better I doing that to you out of love,
than anybody else, out of hate.

I love you so much. I know someday you will realize it. Maybe at that day, I'm not in this world anymore.
But be very sure, where ever I am, I'll never stop loving you....

Your no. 1 fan
:*

Monday, May 09, 2011

Yang Dikecilkan & Yang Dibesarkan


Masih ingatkah?
Dulu saat pacaran, semua yang baik-baik dari dia yang kita ingat. Seakan dia manusia paling sempurna, mungkin setengah dewa.
Kalaupun ada kesalahan, itu dianggap manusia & sungguh wajar dilakukan.

Yang kecil dibesar-besarkan. Yang besar dikecil-kecilkan.

Lalu setelah pernikahan bertahun-tahun, sering sekali yang terjadi adalah sebaliknya.
Semua yang dia lakukan salah. Semua yang kita ucapkan basi. Semua komunikasi entah kenapa jadi terasa tak bergizi.

Sangat gampang melihat kekurangan-kekurangannya.
Sangat gampang melupakan kelebihan-kelebihannya.
Yang kecil dibesar-besarkan. Yang besar dikecil-kecilkan.

Begitulah manusia. Tidak pernah puas. Tidak gampang bersyukur. Dan amat gampang lupa.
Dulu kau bilang dia belahan jiwamu. Sekarang kau tak mau lagi berbagi hatimu dengan belahan jiwamu itu sendiri.

Untuk yang mau ketetapan hati; selamatkanlah dirimu dari kejaran nafsu dan tegaklah seperti Alif.

Selamat sore ;)
TMII, 15.03

Sunday, January 03, 2010

a lonely marriage

Salah satu alasan kenapa kita menikah adalah karena kita tidak ingin sendirian, dan kita benci kesepian.
Bagi laki-laki, ada perasaan bahagia tersendiri begitu pulang lelah bekerja dan bisa bilang, "Honey, I'm hooome..." meski kalimat itu diucapkan sambil melempar tas dan sepatu hingga membuat sang honey menjadi geram. Capek-capek nyapu, ngepel, beres-beres rumah kok dia begitu pulang bikin gempa skala 5 richter!

Dibenci tapi dicintai.
Disebali tapi dibutuhkan.
Sebentar mengusir sebentar memeluk.
Aaah maunya apa sih?!

Perempuan pun tidak lepas dari harapannya sendiri.
Usai menikah, yang diharapkannya adalah bulan madu panjang, di mana seumur hidupnya dia akan dicintai, dikeloni, didengarkan, dan memiliki sahabat sejati plus kekasih yang setia hingga ajal memisahkan. Mantafff, angkat gelas juragan!

Bagi laki-laki, free sex and less foreplay. Yesss!!!

Lalu menikahlah mereka. Si L dan P.
Beberapa saat, L dan P menikmati masa-masa terindah dalam hidup mereka. Hei, sampai katanya tai kucing rasa coklat! Lebay oy lebay :p
Tak terlalu lama, pernikahan jadi rutinitas. 4 L mengintai dari berbagai sudut.
Lu Lagi Lu Lagi.
Tidaaak!
Buka mata ada dia.
Ke kamar mandi, ada dia.
Nonton tv, remotenya di dia.
Mau bobo, dia lagi.
Mau main game, aaah... dia lagi!
Mau ngegosip lama-lama di hp, ada dia lagi.
Hmpfff...
Berbahagialah mereka yang bekerja di kantor.
Dan nistalah mereka yang bertemu setiap saat :p

Seks menjadi terlalu familiar.
Seminggu 2 kali.
Sekali 2 minggu.
Sebulan sekali.
3 bulan sekali.
Yah... Cukup dengan senyuman saja dia bisa orgasme hmpffff....

Ciuman pun terasa hambar.
"Habis makan apa sih Yang?"

Lama-lama,
sudah biasa menjadi bosan.
Sudah bosan menjadi segan,
sudah segan menjadi... udahan?

Segan bicara.
Segan memulai.
Segan menyentuh.
Segan mengalah.
Segan apapun.

Tak heran si L kian menenggelamkan diri dalam karier.
Si P kian berdedikasi mengurusi anak atau mencari kesenangan di mall: pemburu baju/tas/sepatu yang mengira membeli barang bisa dianalogikan sebagai membeli cinta.
Think again, girls...

Pada satu saat,
bila pada momen yang salah
atau momen yang tepat
salah satu atau keduanya menemukan seseorang yang MAU mendengar,
mencoba mengerti,
walaupun orang itu hanya bertindak bagaikan TemboK,
mereka, L dan P akan tergelincir dalam perselingkuhan atau permainan "perbandingan".

Yang jelek semakin jelek,
Yang busuk semakin busuk.
Salah siapa?
1 jari menunjuk ke lawan, 4 jari menghunjam diri sendiri.

Pada banyak cerita,
para P menunggu di rumah,
menangis tanpa suara,
kadang mereka bahkan tak tahu mereka sedang menangis...
Mereka pikir anak cerdas yang manis dan gemar tertawa itu adalah Piala.
Piala yang menyimbolkan kalau hidupnya komplet plet dan bahagia.

Siapa nyana rongga itu tak pernah tertutupi. Meski ia punya 11 anak yang memegang 11 piala.
Hmmpff...

Dia mulai berani bersuara
Tapi suara yang keluar lirih bagaikan tiupan angin di musim kering.
Dia sadar, dia cuma ingin bicara.

Dia ternyata haus akan "pengakuan",
butuh akan "penghargaan"
lapar akan "kasih sayang".

Sudah bertahun-tahun si L tidak melihatnya, as in
benar-benar melihatnya dan bilang,
"Kamu cantik!"

Atau si P yang mengatakan
"Kamu gagah pakai kemeja itu..."

Lalu mereka berciuman dalam babak penutupan
Sebelum kata The End menandakan ini adalah happy ending!

Tapi eit... Tunggu dulu!
Pilih sendiri petualanganmu!
Dan saat kau pun sudah memilih, yakinkah dia masih mau memilih, setelah sekian lama?
It takes two to tango
And three to threesome?
Ngaco kau!

Anyway,
Ada 2 kepala dalam pernikahan, and it should stay that way.
Apapun yang dimulai berdua, selesaikanlah atau upayakanlah berdua pula.
Tidak ada yang tak mungkin bila memang ingin.
Buang segala ego dan rasa muak yang tertanam (kalau bisa).

Bahagia, tidak bisa disulap Gan!
Bukan investasi jangka pendek yang bisa ditarik kapanpun kau mau.
Lebih tepat bila dibilang semacam tanaman langka.
Terlalu banyak air salah, kurangpun dia kering.
Pikir-pikirlah ikuti mood dia hendak kemana. Tak ada yang pasti karena bukan matematika.
Bila kau pikir itu rumit, pikirkan lagi hidupmu selama ini.
Satu PR besar ini masak tak mau kau tuntaskan?

The lonely marriage is a virus in this busy and ungrateful city.
I hope your marriage won't be infected by one.

Hargai apa yang kamu punya.
Jangan buat alam menantangmu untuk mengajarkan bersyukur...

I love my Emily

Em lg nonton film Anastasia.
Anastasia sedang menari dengan anjingnya.
Dia narik adiknya, memeluknya dan bilang, "Dek, ayo kita nari dek. Adek jadi gogoknya..."
-----

Em memergoki papanya di kamar mandi.
"Iih, papa. Apa itu itu? Eek ya? Kok jijik!"
Benda menjijikkan itulah yang bikin dia ada ;p
-----

Em datang sambil cemberut.
"Mama... Em sedih. Nenen Em kecil, nggak kayak Mama... Mungkin harus pakai BH dulu. Ma, Em titip beliin BH ya?!" Nadanya berakhir antusias...
------

Selama 10 menit saya mendengar Em menangis. Ibu saya datang dan bertanya kenapa saya mendiamkannya saja.
"Em lagi latihan berbagai gaya menangis..." Ibu saya berlalu dan menganggap saya juga Emily sama edannya.
Em jago pura-pura nangis, kadang bisa keluar air mata.
------

Saya memeluk Daniel sambil bilang, "Suamiku...." dan memandangnya penuh cinta. Emily mendorong saya dan memeluk papanya sambil bilang, "Suamiku!!!". She stole my husband the day she was born :|
------

Didan menimpa Em-em di perutnya. "Aduuh!" katanya... "Dedek jangan gitu... Dedek yang diperut kakak Em kan kasihan sakit ketimpa," sambil mengelus-elus perutnya.
------
Daniel, Em, saya sedang tidur-tiduran di ranjang. Tiba-tiba Em bilang, "Papa, cari uang itu capek. Ngurusin Papa juga capek, tauuu'..."
Papanya hanya bisa bengong, lalu memandang saya curiga.
------

I love my Emily :D

Understanding Unconditional Love

How many times have u said "I love u?"
How many times you really meant it?
Or is it just... words?

Will u still love if he doesn't love u back?
Will u still love if he treats u badly?
Will u still love when there's nothing to eat?
Will u still love when there's no place to sleep?
Will u still love if he's not the same person u fell in love with?

I had the chance to learn about unconditional love few days ago.
I had some problems with my one and only, and at that moment I had to make a decision.

Yes, we have some problems, but who doesn't?
Yes, it hurts so bad, but we had so many great times too.

As I reminisced the old days when we're together, madly in love with each other, I remember what I said to myself,
"This is the person I'm gonna love for the rest of my life. And I love him, unconditionally..."

I didn't have to count his good deeds, I already knew they'll beat his flaws.
I didn't have to do the math to have the result of my heart.

I felt that warm feeling inside me; though I was cold, sad, hungry at that moment.

I love u no matter what.
I do love you no matter what you did, do, or will do.
I love u unconditionally.
It's hard for me to understand it, and even harder to accept it.

I love u not because u love me back.
I love u not because u're kind to me.
I love u not because u never broke my heart.
I love u not because I carried ur children.
I love u not because I can't "unlove" u...

I love u because I do
Because my heart beats faster when I saw u walked through that door,
Don't u know they say I shine when u're around?

I love because of u
You thought me love without words, but by giving me all u can, all u have. And I'm not so blind or stupid to ignore it...

So, do what u need to do.
I can only pray you will not hurt me more than what we've been through.
These past days I learned that Love should not be valued by the amount of love you gave me, nor by the same treatment I gave u so u oblige to me.

It should be valued by myself.
By who I am.
This is me, ur wife, loving u, unconditionally.

I can't make u love me the way I love u
But that's okay.
Because I know that u do, eventhough I never asked u to.

Ketika Kau Tertidur

Kupandangi wajahmu yang damai
Aku berpikir sampaikah cintaku ke alam mimpimu?

Sekian tahun berlalu,
dan entah kenapa aku tidak merasa bosan
padahal kamupun tahu, bosan itu nama tengahku ;)

Bisa jadi karena kau seperti air
yang mengikuti wadahku yang kerap berubah,
yang menyiramku saat ku panas,
yang membasuhku saat ku kotor,
yang memenuhi dahaga saat ku haus,
yang tak hanya indah, tapi juga mutlak ada.

Lelaplah kau dalam tidurmu, dear
yakin bahwa aku di sini selalu

Malam-malam seperti ini kerap terjadi...
Ketika kau tertidur
aku terjaga
dan mengirimkan cinta, doa, juga permohonanku
Agar Dia menjagamu, berbaik hati padamu, memaafkanmu, membimbing langkahmu...

Ketika kau tertidur
aku terjaga
aku bekerja
Ini pekerjaan terbaik yang dapat aku lakukan:
mencintaimu...

0.39
tmii, 4.6.09
iwishicouldtellyouhowmuchy
oumeantomebuticantsoiwritethishopeitdeliversthemessage